Bagaimana Cara Menggunakan Asuransi Kesehatan

Share artikel ini

Apa Asuransi itu ………..

Secara sederhana, kita semua sudah memahami bahwa asuransi kesehatan merupakan program penjaminan yang akan membayar sejumlah manfaat pada tertanggung jika terjadi risiko sakit atau musibah.

Adapun menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 246, asuransi adalah sebuah perjanjian di mana pihak penanggung mengikatkan diri pada tertanggung, dengan menerima suatu premi untuk penggantian dari kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan mungkin diderita tertanggung karena suatu peristiwa yang tidak tentu (tiba-tiba).

Berikut ini kami akan memperkenalkan jenis-jenis asuransi yang umum di Indonesia.

Peralatan medis yang canggih dan mendukung pekerjaan dokter
Peralatan medis yang canggih dan mendukung pekerjaan dokter (Foto : www.mitramedis.id)

Asuransi Jiwa
Penggunaan asuransi jiwa ini untuk memberikan jaminan pada tertanggung atas kematiannya. Perlu diketahui bahwa cara pembayaran jaminan untuk asuransi jiwa ini tidak harus menunggu tertanggung meninggal.

Melainkan juga bisa diambil sewaktu-waktu saat tertanggung masih hidup.

Asuransi ini sangat penting, terutama jika Anda memiliki keluarga atau ahli waris.

 

 

Asuransi Kesehatan

Ini adalah asuransi yang, setidaknya, harus dimiliki oleh setiap orang. Hal ini karena perawatan kesehatan bisa dibutuhkan kapan saja, terutama untuk perawatan rutin seperti gigi.

Jika tempat Anda bekerja tidak menyediakan asuransi kesehatan, maka Anda harus membelinya sendiri. Tidak semua asuransi kesehatan berharga mahal, dan langkah ini merupakan cara untuk melindungi keuangan Anda jika sewaktu-waktu harus membayar biaya perawatan.

Asuransi kesehatan juga dilengkapi dengan manfaat kecelakaan dan kematian.

Bagaimana cara apply?
Setelah mengetahui apa itu asuransi dan berbagai jenisnya, mari disimak juga bagaimana cara apply asuransi. Mulai dari persyaratan hingga proses pengajuannya.

Asuransi jiwa

Persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan asuransi jiwa adalah:

  • Kartu Keluarga
  • Scan atau fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Akta Kelahiran
  • Formulir pengajuan asuransi yang sudah diisi
  • Sejumlah uang untuk membayar biaya premi pertama
  • Usia saat mendaftar minimal 18 tahun, maksimal 54 tahun

Kemudian untuk proses pengajuannya adalah sebagai berikut.

Anda bisa mengajukan secara online lewat website milik asuransi, atau melalui agen asuransi. Apapun cara yang dipilih, Anda akan tetap dipertemukan dengan seorang penangggungjawab untuk membantu pendaftaran asuransi.

Setelah Anda memahami ilustrasi manfaat yang dijelaskan oleh pihak agen, maka selanjutnya adalah penandatanganan surat perjanjian.

Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ), merupakan berkas yang harus diisi dan ditandatangani oleh calon nasabah. Pastikan Anda membaca dengan seksama isi dari SPAJ sebelum menandatanganinya.

Setelah surat perjanjian ditandatangani, Anda bisa membayar premi awal ke pihak asuransi. Agen akan membimbing bagaimana cara membayar premi awal. Baik itu secara tunai, maupun melalui transfer.

Asuransi kesehatan

Sebelum memutuskan mau mendaftar dengan cara apa, pastikan Anda memiliki persyaratannya terlebih dahulu.

Kartu Keluarga

Scan atau fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Akta Kelahiran yang  akan ditanggung (pribadi atau keluarga) Usia tidak melewati 60 tahun saat mendaftar Pengajuan bisa dilakukan secara online maupun offline.

Secara offline, Anda bisa langsung menemui agen untuk mendaftar asuransi. Sedangkan secara online, cukup dengan mengisi data seperti nama dan nomor telepon pada website milik asuransi. Kemudian, petugas mereka akan menghubungi Anda.

Setelah Anda mendapatkan penjelasan lengkap mengenai ilustrasi manfaatnya, langkah selanjutnya adalah mengisi formulir.

Baik pada asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk menjalani medical check up. Prosedur ini tergantung dari besaran uang pertanggungan, atau apakah Anda mengambil manfaat penyakit kritis atau tidak.

Jika pada SPAJ diketahui Anda pernah menjalani operasi atau memiliki riwayat penyakit tertentu, maka pihak asuransi akan meminta Anda untuk menjalani medical check up. Itulah kenapa ada nasabah asuransi yang harus menjalani check up ada juga yang tidak.

Jika semua prosedur sudah dijalani, dan Anda cocok dengan plan yang ditawarkan oleh pihak asuransi, maka selanjutnya penandatanganan perjanjian bisa dilakukan.

Info Rumah Sakit Jantung

Pos-pos Terbaru

Keluhan Jantung

Ketahui-Bagaimana-Kateterisasi-Jantung-Dilakukan

Program Hamil

Rumah-Sakit-di-Penang-yang-Bagus-Untuk-Program-Hamil

Komentar Terbaru

Mitra Medis

mitra-medis
loading...

RUMAH SAKIT MALAYSIA

Rumah-Sakit-di-Kuala-Lumpur-Malaysia

Tag

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel terkait